Hi readers, welcome back for you guys dan apa kabar semuanya? hope you guys get better and better everyday.
First Impression, atau kesan pertama ini mungkin masih sedikit tabu didengar di telinga kita. Karena jarang banget ada yang bertanya "gimana kesan pertama kamu saat ketemu aku?", jadi seperti biasa orang Indonesia sangat males bertanya tentang ini soalnya mereka takut akan mendengar hal-hal buruk yang dilihat oleh orang lain tentang dirinya saat pertama kali bertemu. Mungkin hal ini gak penting untuk mendengar pendapat orang tentang kita, tapi ada orang-orang tertentu yang kalian pengen dinilai baik olehnya. Siapakah mereka? Biasanya rekan bisnis, klien, publik, atau mungkin calon mertua (camer)?? So guys, kali ini aku bakal share tentang hal-hal apa aja yang bisa membuat first impression kalian di hadapan camer baik. Artikel ini aku buat berdasarkan kejadian pada umumnya, dan pengalaman aku sendiri khususnya. Stop senyum2, langsung aja seriusan baca artikel di bawah ini.
Pertama, kalian harus tanya ke pasangan kalian hal apa yang camer kalian suka lakukan, atau makanan favorit, tempat favorit, atau hobby nya, tentunya dengan cara yang elegan juga guys. Ini bertujuan agar saat kalian ketemu camer, suasana bisa cair dan gak awkward, karena kalian bisa bahas tentang hal yg camer suka. Ada banyak cara kok buat kepo misalnya "syg, aku tuh paling suka makan brokoli, apa aja deh yg terbuat dari brokoli. Kalau kamu sukanya apa? Trus kalo keluarga kamu sukanya apa?". Pertanyaan ini emang terlihat panjang guys, tapi ini biasa aku gunakan untuk bermaksud kepo supaya gak keliatan. Jadi aku bakal tanyain dulu tentang sekelilingnya, baru terakhir ke poinnya. Entah kalian juga suka begini atau cuma aku aja yaah. Tapi I swear ini yang biasa aku gunain buat kepo ke pacar aku, dan emang tersirat banget sampe doi gak sadar kalo sebenernya aku lagi kepo.
Next, yang kedua kalian harus berpakaian rapi, sopan, dan gak berlebihan. Jadi ini yang aku lakuin saat pertama kali ke rumah doi. Mungkin banyak dari kita yang bilang "dont judge teh book by its cover", yesss untuk berbuat emang gak semudah ngebacot guys. Siapapun orangnya yang pernah ngmg kalimat diatas, pasti tetep bakalan menilai orang lain dari penampilannya. So, kalian harus tetep waspada untuk mengantisipasi kebencian camer terhadap kalian.
Yang ketiga, jangan lupakan buah tangan. Mungkin kalian bisa gunakan makanan kesukaan camer untuk menarik perhatian. Kalo emang kalian khususnya girls yang pinter masak, kalian bisa coba buat menu kesukaan camer buat buah tangan saat berkunjung, atau kalo emang gak bisa masak kalian bisa beli. Kalo aku sih dulu gak sempet tanya kesukaan emaknya doi, cuma aku bawain brownies yang aku beli di toko kue. Kalo kalian bisa masak kan lebih bagus, supaya camer gak ragu buat merestui hubungan kalian, karena anaknya gak bakal kelaperan nantinya, hehe.
Ok next, yang ke empat, kalian jaga sikap. Mungkin kalian adalah orang yang gak terlalu halus sikapnya dan doi bisa mengerti, tapi gimanapun juga restu camer juga penting. Berusahalah buat tetep bersikap manis atau "sok manis" selama berada dihadapan camer. Kalo camer gue sih so far anaknya suka sama gue, dia ok aja. Tapi ada loh tipe orang tua yang keukeuh gak setuju sama hubungan anaknya cuma karena calon mantunya gak baik.
Last, mungkin perlahan2 kalian bisa menunjukkan sifat asli kalian, atau mungkin kalian lebih memilih tetap pada kepura-puraan kalian, its up to you guys. Tapi ada pepatah mengatakan "berpura-puralah sampai kalian lupa kalau kalian sedang berpura-pura", sisi baik dari pepatah ini adalah, kalian bisa memilih untuk terus berpura2 baik di depan camer, barangkali suatu saat kepura-puraan kalian itulah yang akan merubah kalian menjadi lebih baik lagi. Karena berpura-pura baik juga gak dosa kok, dan kalian juga bisa mendapatkan lebih banyak faedah dari "kebohongan" kalian itu.
Itu dia 5 hal yang mungkin bisa membantu kalian untuk mengambil hati sang calon mertua, atau mungkin bisa juga digunakan kepada orang lain. Jangan lupa untuk keep stalking to my Blog, and stay tune untuk next update dari aku karena aku gak sabar buat ngeshare bareng kalian lagi. See you.
Selasa, 25 Juli 2017
Selasa, 04 Juli 2017
Drama HP Hilang di Singapore!! Tenang, masih ketemu kok!!
Hai visitors,
Kali ini aku pengen bagikan tentang trip aku yang baru aja berakhir kemarin, yaitu Singapore-Bali-Singapore yang mana aku cuma transit doang di Singapore. Jadi seharusnya aku share tantang jalan2 di Bali, tapi sepertinya aku lebih excited untuk cerita tentang drama HP hilang di Singapore. Langsung simak aja deh yaaa!
Nah waktu aku pulang dari Bali menuju Singapore dengan Low Cost Carrier Flight Airasia pukul 07.00 waktu Denpasar (Denpasar Bali dan Singapore gak ada perbedaan waktu yaah) dan tiba di Singapore pukul 09.40. Niatnya hari itu aku sama doi pengen jalan2 dulu deh di Singapore, tapi berhubung barang bawaan dari Bali banyak banget, jadi kita mutusin untuk belanja ngabisin dollar yg udah terlanjur di tuker di Bugis dan makan di tempat favorit kita ananas cafe di kawasan Geylang (tepatnya di MRT Station Aljunied, pas di pintu keluarnya).
Nah awalnya dari Changi Airport kita bakal menuju stasiun MRT Tanah Merah untuk transit ke Stasiun Aljunied, lalu ke Bugis, dan terakhir ke Harbourfront untuk pulang ke Batam. Dengan modal informasi dari blog sesat google, kami pun nekad untuk hanya menggunakan kartu EZLink milikku untuk digunakan berdua dengan 2x tap pada autogate nya. Saat masuk ke stasiun Changi, aku hanya melakukan 1x tap, dan karena gate terbuka cukup lama, akhirnya 1x tap bisa lewat berdua. Doi pun menakut2i ku takut nanti gak bisa keluar di stasiun Aljunied, karena harusnya 2x tap. Kata2nya pun meghantui setiap sudut kepala ku. Sambil duduk manjaah di MRT aku pun meletakkan dompet berisi koin2 cents Singapore dan HP ku di kursi kosong sebelah lalu mengikat rambutku.
Kami pun kemudian turun di Tanah Merah untuk kemudian pindah MRT untuk ke Aljunied. Dan akupun masih belum sadar kalau dompet bercorak bali dan HP ku itu tidak berada padaku. Kamipun sampai di tujuan pertama yaitu Aljunied, dan dengan tenang menuju pintu exit, lalu drama pun dimulai.
Doi "yaudah kamu lewat duluan, nanti aku tap kartunya 2x", akupun mengiyakan dengan sedikit deg2an. Yeaaay aku bisa lewat, tapi saat menoleh, ternyata doi gak bisa tap kartu 2x, karena saat di Changi hanya ke tap 1x. "Whatt? Mampuss dibakar massa nih di Singapore" pikir ku. Akupun panik dan mencari dompet etnik ku untuk membeli tiket di mesin GTM agar doi bisa keluar. Eh ternyata dompet dan HP hilang, makin kacau lah pikiran. Aku lgsg ingat dimana terakhir aku meletakkannya. Doi pun tiba2 bisa keluar karena dia lapor ke staff di stasiun bahwa doi gak bisa keluar, dan tadaaaaa diapun keluar. Aku yang masih panik pun lgsg lapor ke staff stasiun, dan blg bahwa hlgnya di antara stasiun Changi dan Tanah Merah. Diapun lgsg menghubungi staff stasiun disana, dan aku pergi makan dulu di ananas cafe favorit.
Selesai makan, kita pun lgsg menemui staff MRT tadi dan bilang "have you find my iphone and wallet" dia pun menjawab "not yet, sorry". Aku pun lemes, dan dia mencoba nelpon ke stasiun Tanah Merah, dan mereka bilang tidak ada disana, makin lemes deh gueeeee. Lalu dia telpon ke Changi dan sambil senyum2 "oh ya ya, Iphone 6 silver, with black silicon and pink ring at the back?" lalu dia blg lagi "What's the colour of the wallet?, Green? Correct!!" telpon pun di tutup dan dia bilang ke aku "Changi Airport", dan aku blg "I have to go there?" dia bilang "Yes", akupun langsung nyahut "Thank you so much". Langsung aku bergegas ke mesin GTM untuk beli tiket MRT ke Changi, karena pikir ku ini kejadian gara2 kualat pake 1 EZ Link tapi untuk 2 orang.
Kami pun menuju Changi, untuk mengambil barang tersebut. Walaupun isinya hanya cent alias recehan Singapore, tapi gak satu sen pun berkurang. Cukup dengan mengisi nama, kontak, dan Comment bahwa kamu sudah mengambil barang kamu yg hilang di sebuah form yang disediakan, kamu sudah bisa dapatkan kembali barang kamu. Sumpaaahh keren banget.
Jadi kesimpulannya jangan takut barang kamu hilang di Singapore, apalagi di MRT, karena CCTV ada di setiap gerbongnya. Respon mereka juga sangat cepat, dan bahkan jika kamu coba2 untuk beri mereka uang sebagai tanda terima kasih bisa2 kamu jg kena hukuman di Singapore. Jadi memang kejujuran mereka sangat tinggi, didukung oleh fasilitas yg lengkap dan hukum yang tegas. Meskipun begitu, kalian tetap harus hati2 yaa menjaga barang, jangan sampai hilang, apalagi sengaja dihilangin untuk ngetes orang sana, hihi. Kurang kerjaan yaa.
Okay, sekian dulu deh cerita aku. Semoga pengalaman aku bisa menjadi guru bagi aku, dan bagi kalian. Gak cuma di Singapore, tapi waspadalah dimana pun kamu berada. See you.
Kali ini aku pengen bagikan tentang trip aku yang baru aja berakhir kemarin, yaitu Singapore-Bali-Singapore yang mana aku cuma transit doang di Singapore. Jadi seharusnya aku share tantang jalan2 di Bali, tapi sepertinya aku lebih excited untuk cerita tentang drama HP hilang di Singapore. Langsung simak aja deh yaaa!
Nah waktu aku pulang dari Bali menuju Singapore dengan Low Cost Carrier Flight Airasia pukul 07.00 waktu Denpasar (Denpasar Bali dan Singapore gak ada perbedaan waktu yaah) dan tiba di Singapore pukul 09.40. Niatnya hari itu aku sama doi pengen jalan2 dulu deh di Singapore, tapi berhubung barang bawaan dari Bali banyak banget, jadi kita mutusin untuk belanja ngabisin dollar yg udah terlanjur di tuker di Bugis dan makan di tempat favorit kita ananas cafe di kawasan Geylang (tepatnya di MRT Station Aljunied, pas di pintu keluarnya).
Nah awalnya dari Changi Airport kita bakal menuju stasiun MRT Tanah Merah untuk transit ke Stasiun Aljunied, lalu ke Bugis, dan terakhir ke Harbourfront untuk pulang ke Batam. Dengan modal informasi dari blog sesat google, kami pun nekad untuk hanya menggunakan kartu EZLink milikku untuk digunakan berdua dengan 2x tap pada autogate nya. Saat masuk ke stasiun Changi, aku hanya melakukan 1x tap, dan karena gate terbuka cukup lama, akhirnya 1x tap bisa lewat berdua. Doi pun menakut2i ku takut nanti gak bisa keluar di stasiun Aljunied, karena harusnya 2x tap. Kata2nya pun meghantui setiap sudut kepala ku. Sambil duduk manjaah di MRT aku pun meletakkan dompet berisi koin2 cents Singapore dan HP ku di kursi kosong sebelah lalu mengikat rambutku.
Kami pun kemudian turun di Tanah Merah untuk kemudian pindah MRT untuk ke Aljunied. Dan akupun masih belum sadar kalau dompet bercorak bali dan HP ku itu tidak berada padaku. Kamipun sampai di tujuan pertama yaitu Aljunied, dan dengan tenang menuju pintu exit, lalu drama pun dimulai.
Doi "yaudah kamu lewat duluan, nanti aku tap kartunya 2x", akupun mengiyakan dengan sedikit deg2an. Yeaaay aku bisa lewat, tapi saat menoleh, ternyata doi gak bisa tap kartu 2x, karena saat di Changi hanya ke tap 1x. "Whatt? Mampuss dibakar massa nih di Singapore" pikir ku. Akupun panik dan mencari dompet etnik ku untuk membeli tiket di mesin GTM agar doi bisa keluar. Eh ternyata dompet dan HP hilang, makin kacau lah pikiran. Aku lgsg ingat dimana terakhir aku meletakkannya. Doi pun tiba2 bisa keluar karena dia lapor ke staff di stasiun bahwa doi gak bisa keluar, dan tadaaaaa diapun keluar. Aku yang masih panik pun lgsg lapor ke staff stasiun, dan blg bahwa hlgnya di antara stasiun Changi dan Tanah Merah. Diapun lgsg menghubungi staff stasiun disana, dan aku pergi makan dulu di ananas cafe favorit.
Selesai makan, kita pun lgsg menemui staff MRT tadi dan bilang "have you find my iphone and wallet" dia pun menjawab "not yet, sorry". Aku pun lemes, dan dia mencoba nelpon ke stasiun Tanah Merah, dan mereka bilang tidak ada disana, makin lemes deh gueeeee. Lalu dia telpon ke Changi dan sambil senyum2 "oh ya ya, Iphone 6 silver, with black silicon and pink ring at the back?" lalu dia blg lagi "What's the colour of the wallet?, Green? Correct!!" telpon pun di tutup dan dia bilang ke aku "Changi Airport", dan aku blg "I have to go there?" dia bilang "Yes", akupun langsung nyahut "Thank you so much". Langsung aku bergegas ke mesin GTM untuk beli tiket MRT ke Changi, karena pikir ku ini kejadian gara2 kualat pake 1 EZ Link tapi untuk 2 orang.
Kami pun menuju Changi, untuk mengambil barang tersebut. Walaupun isinya hanya cent alias recehan Singapore, tapi gak satu sen pun berkurang. Cukup dengan mengisi nama, kontak, dan Comment bahwa kamu sudah mengambil barang kamu yg hilang di sebuah form yang disediakan, kamu sudah bisa dapatkan kembali barang kamu. Sumpaaahh keren banget.
Jadi kesimpulannya jangan takut barang kamu hilang di Singapore, apalagi di MRT, karena CCTV ada di setiap gerbongnya. Respon mereka juga sangat cepat, dan bahkan jika kamu coba2 untuk beri mereka uang sebagai tanda terima kasih bisa2 kamu jg kena hukuman di Singapore. Jadi memang kejujuran mereka sangat tinggi, didukung oleh fasilitas yg lengkap dan hukum yang tegas. Meskipun begitu, kalian tetap harus hati2 yaa menjaga barang, jangan sampai hilang, apalagi sengaja dihilangin untuk ngetes orang sana, hihi. Kurang kerjaan yaa.
Okay, sekian dulu deh cerita aku. Semoga pengalaman aku bisa menjadi guru bagi aku, dan bagi kalian. Gak cuma di Singapore, tapi waspadalah dimana pun kamu berada. See you.
Langganan:
Komentar (Atom)